Kontak Perkasa Futures  | Harga batu bara menguat pada akhir perdagangan kemarin, Senin (15/1/2018) di saat harga minyak mentah menembus level US$70

Di akhir perdagangan kemarin, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup menguat 0,34% atau 0,3 poin ke level US$88,95 per metrik ton.

Harga batu bara kontrak Januari 2019 telah menguat untuk hari ketiga berturut-turut setelah pada perdagangan Jumat (12/1/2018), berakhir menguat 0,91% atau 0,8 poin di level US$88,65.

Sejalan dengan harga batu bara, harga minyak mentah menguat setelah anggota OPEC menyerukan lanjutan upaya pembatasan produksi.

Harga minyak Brent untuk pengiriman Maret ditutup menguat 39 sen di US$70,26 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, level penutupan tertinggi sejak Desember 2014. Minyak Brent telah naik 3,3% pekan lalu.

Adapun harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari dilaporkan menguat 51 sen ke US$64,81 per barel di New York Mercantile Exchange.

WTI tidak mengalami settlement pada perdagangan Senin karena libur Martin Luther King di Amerika Serikat (AS) dan semua transaksi akan diperhitungkan pada perdagangan hari ini. Total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 51% di bawah rata-rata 100 hari.

Dilansir Bloomberg, harga minyak Brent ditutup di atas US$70 per barel untuk pertama kalinya dalam tiga tahun setelah Menteri Perminyakan Irak Jabbar al-Luaibi mengatakan pada hari Sabtu (13/1) bahwa pembatasan produksi telah memberi kontribusi terhadap stabilitas di pasar, karenanya harus dipertahankan.

“Seruan untuk mempertahankan pemangkasan produksi oleh Irak adalah tanda lain bahwa pasar akan naik,” kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group Inc., seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/1/2018). “Kami melihat pasokan, secara global, benar-benar mulai mengencang.” tegasnya.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal US$/MT
15 Januari 88,95

(+0,34%)

12 Januari 88,65

(+0,91%)

11 Januari 87,85

(+0,11%)

10 Januari 87,75

(-0,79%)

9 Januari 88,50

(-0,23%)

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 Kontak Perkasa Futures