PT Kontak Perkasa Futures  | Duta Besar Korea Utara untuk Kuwait telah diberi waktu sebulan untuk meninggalkan negara itu.  Keputusan mengejutkan tersebut dilakukan setelah kunjungan Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad Al-Sabah ke Washington, kurang dari dua minggu yang lalu.

Seperti yang dilansir ABC News pada 17 September 2017, Kuwait akan mengusir Duta Besar So Chang Sik dan empat staf lainnya. Sehingga hanya akan menyisakan 4 orang diplomat di kedutaan.

Baca : Lowongan kerja PLN diserbu, tiap hari 760 orang kirim lamaran
Seorang pejabat yang berbasis di Teluk mengkonfirmasikan pada hari Minggu , tepatnya pada tanggal 17 September 2017, bahwa Kuwait akan mengusir para diplomat Korea Utara. Sebuah surat yang dikirim Kuwait pada bulan Agustus lalu ke PBB juga memuat janji untuk mengusir diplomat Korea Utara.

Sumber itu juga mengatakan Kuwait  tidak memperbarui izin yang dicari oleh pekerja Korea Utara yang ingin masuk kembali ke negara tersebut setelah proyek selesai, satu atau dua tahun kemudian.

Negara-negara di Amerikat dan Asia telah meningkatkan tekanan pada sekutu-sekutu mereka untuk memutuskan hubungan dengan Pyongyang yang telah melakukan uji coba senjata nuklir dan meluncurkan rudal balistik ke wilayah Jepang.
Dalam pernyataannya, Kedutaan Amerika Serikat di Kuwait City mengatakan Kuwait selama ini merupakan partner utama Korea Utara dan untuk berbagai isu lainnya.

“Kuwait telah mengambil langkah positif untuk melaksanakan resolusi PBB mengenai Pyongyang,” ujar pernyataan Kedutaan Amerika Serikat itu atas kebijakan Kuwait mengusir Duta Besar Korea Utara dan beberapa stafnya.

Kedutaan Besar Korea Utara di Kuwait City berfungsi sebagai satu-satunya pos terdepan diplomatik di Teluk. Pyongyang mengirimkani ribuan buruh untuk bekerja di Kuwait, Oman, Qatar dan Uni Emirat Arab.

Statistik menunjukkan pekerja Korea Utara di Kuwait berkisar antara 2.000 sampai 2.500 orang. Sementara ribuan orang diyakini berada di negara-negara Teluk lainnya.
NEW YORK TIMES|ABC NEWS|YON DEMA

 

PT Kontak Perkasa Futures