Dolar melemah terhadap euro terkait spekulasi penurunan harga minyak mentah akan mengurangi tekanan inflasi di AS, memberikan waktu bagi Federal Reserve untuk menunda kenaikan tingkat suku bunga.
Minyak mentah turun ke level terendahnya dalam empat tahun terakhir jelang rilis laporan penjualan ritel AS besok yang diperkirakan akan menunjukkan peningkatan kecil. Presiden Fed Bank of New York William C. Dudley mengatakan menaikkan suku bunga terlalu dini menimbulkan risiko yang lebih besar terhadap perekonomian daripada bertindak terlambat. Pound jatuh ke level terendahnya dalam lebih dari satu tahun terakhir seiring perlambatan kinerja sektor properti makin mendalam. Rubel menurun karena Uni Eropa menimbang sanksi tambahan terhadap Rusia.
Dolar terdepresiasi sebesar 0,4 persen ke level $1,2486 per euro pukul 3:27 sore waktu New York. Mata uang AS naik sebesar 0,2 persen ke level 115,74 yen. Euro menguat sebesar 0,6 persen ke level 144,50 yen.
Minyak mentah berjangka turun 3 persen ke level $74,80 per barel di New York, mencapai level terendah sejak September 2010 lalu. (izr)
Sumber: Bloomberg