Dolar bertahan di dekat level tertinggi dalam dua bulan terhadap euro dan Aussie setelah dua pejabat Federal Reserve bergabung dengan paduan suara para pembuat kebijakan yang memberi kesan suku bunga AS bisa naik pada awal bulan depan.

Greenback mempertahankan keuntungan mingguan terpanjangnya terhadap yen sejak Agustus setelah Ketua The Fed Boston Eric Rosengren mengatakan kepada Financial Times bahwa dia bersiap-siap untuk kembali mengetatkan kebijakan moneter, sementara rekannya dari San Francisco, John Williams, mengatakan pada Fox News pertemuan Komite Pasar Terbuka federal (FOMC) pada bulan Juni bisa menjadi “layak” untuk meningkatkan biaya pinjaman. Ketua The Fed St Louis James Bullard dijadwalkan untuk memberikan pidato di Beijing pada hari Senin, dengan Ketua The Fed Janet Yellen berbicara di Harvard University pada hari Jumat mendatang.

Dolar sedikit berubah di $ 1,1229 per euro pada pukul 9:31 pagi di Tokyo dari hari Jumat lalu. dan mencapai $ 1,1180 pada hari Kamis untuk pertama kalinya sejak 29 Maret. Mata uang AS tergelincir 0,2 persen menjadi 72,34 sen terhadap dolar Australia, setelah mencapai 71,76 sen pada minggu lalu.

Greenback tergelincir 0,3 persen menjadi 109,86 yen, setelah naik untuk minggu ketiga dan menyentuh level 110,59 yen pada hari Jumat, level terkuat sejak 28 April.(frk)

Sumber: Bloomberg