PT KONTAK PERKASA FUTURES | Dolar AS tetap stabil terhadap sejumlah mata uang utama pada Senin (30/4/2018) setelah melemah pekan lalu dari level tertingginya selama 3,5 tahun, tertekan oleh patokan 10 tahun Treasury yields AS.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama berada pada posisi 91,56 yang terbilang cukup stabil, tetapi turun dari level Jumat (27/4/2018) yang mencapai 91,98 level terkuat sejak Januari 2011.

Indeks dolar AS telah mengalami kenaikan 1,3% pada pekan lalu yang menjadi kenaikan mingguan tertinggi selama lebihdari dua bulan, setelah treasury yields AS selama 10 tahun meningkat hingga hampir 3% hampir menyamai level tertinggi dselama empat tahun.

Pada awal tahun ini, korelasi antara yields AS dengan dolar AS telah menurun, karena investor saat ini lebih berfokus pada gesekan perdagangan dan isu geopolitik.

Sementara itu, pasar telah mengalihkan perhatian kembali ke permainan tingkat suku bunga karena khawatir akan perang dagang AS dengan China dan melemahnya ketegangan atas program nuklir Korea Utara telah mengangkat naik nilai Greenback.

Dolar AS menguat 0,1% terhadap yen menjadi 109,12 yen per dolar AS, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi selama 2,5 bulan pada posisi 109,54 yen per dolar AS pada Jumat lalu dan ditutup tipis karena perdagangan Jepang akan ditutup untuk hari libur.

Harga dolar telah mengalami kenaikan lebih dari 2,6% terhadap yen pada April, menjadi catatan performa bulanan terbaik sejak November 2016.

“Menurut saya, dolar tidak punya kekuatan untuk menembus 110 terhadap yen untuk saat ini,” ujar Satoshi Okagawa, analis senior pasar global Sumitomo Mitsui Banking Corporation di Singapura.PT KONTAK PERKASA FUTURES

Menurut Okagawa, pada waktu yang sama, dengan penurunan kekhawatiran risiko geopolitik, risiko pelemahan dolar terhadap yen juga dinilai terbatas, dan menawarkan greenback tidak akan kembali jatuh ke level 107 yen per dolar AS dalam jangka pendek.

Sejumlah analis mengatakan gerakan di antara investor Jepang untuk mengangkat ekposur nilai mata uang luar negeri yang dimulai pada tahun finansial Jepang juga berkontribusi dalam pelemahan yen pada April.

Faktor lain yang terlihat menekan pelemahan yen adalah spekulasi mengenai potensi arus penjualan yen yang berkaitan dengan tawaran pembuat obat Jepang Takeda Pharmaceutical sebesar US$64 miliar untuk membeli perusahaan Shire Plc di London.

Delegasi pejabat AS termasuk Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan penasihat perdagangan ekonomi  AS Larry Kudlow, Robert Lighthizer dan Peter Navarro mengharapkan adanya negosiasi perdagangan dengan China pada akhir pekan ini.

Untuk mata uang utama lain, masih menguat tipis pada posisi US$1,21 per euro, pulih dari level terendah selama 3,5 bulan yang berada posisi US$1,21 per euro pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu.

PT KONTAK PERKASA FUTURES