Kontakperkasa Futures, Kepala Balai Gede Pemeriksa Obat & Makanan (BBPOM) Bandung Abdul Rahim mengemukakan masihlah menelusuri soal makanan ringan Bikini Remas Saya yg mengundang kontroversi sebab kemasannya dianggap tidak senonoh.

Menurut Abdul, pihaknya kesusahan menemukan pembuat camilan bihun kering itu sebab yg bersangkutan tak menuliskan alamatnya. Walau demikian, beliau tentukan camilan itu tanpa izin sebab tidak mempunyai izin edar.

Baca: Anggita Sari Ungkap 5 Rahasia Freddy Budiman

“Yang jual dengan cara online itu agak susah lantaran yg bersangkutan tak posting alamatnya. Kami pastikan itu tanpa izin enggak ada izin edarnya. Aku telah bertanya ke Disperindag Kota Bandung, itu enggak ada izinnya,” ucap ia di Bandung, Kamis (4/8/2016).

Dirinya mengimbau warga buat tak membeli product makanan ringan tersebut. “Kami imbau warga jangan sampai beli dikarenakan itu tanpa izin. Seandainya ada yg tahu keberadaan produsennya, kami harap melapor,” ujar Abdul.

Kontakperkasa Futures, Sementara itu, Polda jabar bakal menyelidiki camilan Bikini.

Lebih-lebih beredar info bahwa pabrik pengerjaan snack dgn kemasan yg berunsur tak senonoh itu berada di Kota Bandung.

Kapolda jabar Irjen Bambang Waskito mengemukakan, walaupun ramai diperbincangkan di sarana sosial, pihaknya dapat lebih-lebih dulu menyelidiki factor itu. Tapi buat penarikan & penyitaan, beliau menyerahkan ke dinas terkait.

“Kita teliti dahulu, jika masalah penarikan itu kelak sama Badan Pengawasan Obat Dan Makanan,” kata Bambang di Mapolda ja-bar, Kota Bandung.

Kontakperkasa Futures, Camilan Bikini dianggap meresahkan

BPOM Bandung Sebut Camilan Bikini Remas Aku Tak Berizin Edar

Sebab menampilkan gambar berbau pornografi. Di sektor depan kemasan bergambar badan satu orang perempuan yg memakai bikini sedang pergi pinggang & bertuliskan “remas aku”.

Di samping itu, kemasan camilan Bikini terdapat tulisan yg menyebutkan pabrik pengerjaan berada di Kota Bandung. Penjualan bikini dilakukan dengan cara daring lewat bermacam macam tipe sarana sosial.

“Kita dalami dahulu sebab tuturnya pabrik di sini (Bandung),” tutur Bambang.

 

PT Kontakperkasa Futures