PT Kontak Perkasa | Analis memprediksi IHSG masih akan melanjutkan penguatannya pagi ini pasca ditutup hijau kemarin.

Binaartha Securities memprediksi IHSG akan bergerak menguat melanjutkan di zona hijau hari ini.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG ditutup menguat 0,04% di level 6000.474 pada 5 Desember 2017. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 5977.832 dan 5955.190.

Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 6024.764 dan 6049.054. Berdasarkan indikator daily, MACD terlihat membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI masih berada di area netral.

Sebelumnya, terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan indeks saham.

“Dengan demikian, IHSG akan berpotensi menuju ke area resistance pada level 6025 dan 6049,” tulisnya dalam riset.

Indosurya Sekuritas memprediksi IHSG akan memberikan keuntungan sehingga saat ini waktunya beli untuk investasi jangka panjang.

Vice President Research Department William Surya Wijaya mengatakan IHSG akan bergerak di level 5942 – 6099

Dia mengatakan pola pergerakan IHSG masih terus berusaha membentuk pondasi bagi support level sebelum melanjutkan kenaikan.

Konsolidasi masih terlihat akan berlanjut dengan potensi kenaikan yang masih terlihat cukup besar selama support dapat dipertahankan dengan baik, momentum koreksi wajar masih terus dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk melakukan akumulasi pembelian dengan tujuan investasi jangka panjang

“Hari ini IHSG berpotensi naik,” tulisnya dalam riset.

Oso Securities menyebutkan IHSG masih bergerak di range area inside bar candle dengan volume turun.

Stochastic berpotensi golden cross, RSI kembali
bullish dan MACD line masih positif cenderung bearish.

“IHSG diperkirakan kembali menguat dengan penguatan terbatas di kisaran 5,977-6,049,” tulisnya dalam riset.

Beberapa saham berpotensi naik yaitu : ADRO, BBNI, BBRI, BBTN, BRPT, KLBF, MEDC, PWON, SCMA, dan TOTL

PT Kontak Perkasa