KONTAK PERKASA FUTURES – Bursa saham Eropa gagal rebound pada perdagangan Rabu (24/10/2018) saat lesunya hasil laporan keuangan produsen chip STMicro dan Deutsche Bank, dan penurunan saham AS, menahan sentimen bearish.

Berdasarkan data Reuters, pergerakan indeks saham Stoxx 600 Eropa ditutup turun 0,2% ke level terendah baru dalam 22 bulan sekaligus penurunan hari keenam berturut-turut setelah saham teknologi dan perbankan bertumbangan.

Menurut para pedagang, menurunnya minat untuk aset berisiko tidak terkait langsung dengan maraknya pemberitaan saat ini seputar dugaan paket bahan peledak yang dikirimkan ke rumah Hillary Clinton, Barack Obama, dan Time Warner Center.

Seorang pedagang mengutip pengaruh kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve sebagai alasan untuk prospek suram sebelum pemilu paruh waktu AS bulan depan, sebuah ujian bagi popularitas Presiden Donald Trump.

“Sangat jelek di luar sana. Pasar sepertinya tidak menangani dampak kenaikan suku bunga, semua mulai salah untuk (Trump) tepat sebelum pemilu paruh waktu,” ujar seorang pedagang, seperti dikutip Reuters.

Turut membebani aset berisiko pada hari Rabu adalah data PMI manufaktur dan jasa zona euro yang menunjukkan pertumbuhan bisnis kehilangan momentum jauh lebih dari yang diharapkan, terseret oleh menyusutnya pemesanan.

Namun bursa saham Eropa berhasil memperoleh kenaikan yang relatif kuat dan tampaknya akan mematahkan penurunan beruntunnya hingga pergerakan indeks kemudian terbebani penurunan di Wall Street.

Indeks DAX Jerman mengakhiri sesi dengan turun 0,7%, sedangkan indeks FTSE MIB Italia melorot 1,7% dengan bank-bank Italia turun 3,3% karena aksi jual lebih lanjut untuk obligasi.

Sektor perbankan secara keseluruhan, kinerja terburuk di Eropa sepanjang tahun ini, turun 1,4% dengan saham Deutsche Bank turun 4,8% setelah penurunan tajam laba kuartal ketiga.

Adapun sektor teknologi turun 1,9% dengan saham STMicroelectronics melemah 10,2% setelah update kuartal ketiga sedikit meleset dari ekspektasi.

Pemasok chip Apple AMS memperpanjang penurunan spektakulernya pada hari Selasa sebesar 26%, dengan turun 12,2% sehari setelah mengecewakan investor dengan proyeksi kuartal keempatnya.

Saham pembuat chip Infineon juga turun 4,7% dan saham Siltronic melemah 9%.

KONTAK PERKASA FUTURES