Kontak Perkasa Futures | Pada hari Yom Kippur yang jatuh pada hari Minggu, 1 Oktober 2017, pemilik Facebook, Mark Zuckerberg, merenungkan dampak Facebook terhadap dunia. Pada hari itu, Zuckerberg mengirim pesan ke Facebook untuk meminta maaf pada publik.

Yom Kippur adalah hari yang dianggap suci bagi orang Yahudi atau Hari Penebusan Yahudi. Pada hari itu, Zuckerbergs menulis, “malam ini adalah Yom Kippur, hari tersuci tahun ini untuk orang Yahudi, saat kita merenungkan tahun lalu dan meminta pengampunan atas kesalahan kita.”

Zuckerbergs meminta maaf untuk orang-orang yang pernah ia sakiti pada tahun ini. Pria yang tinggal di Palo Alto, California, ini agaknya menyadari perannya dalam Pemilu Presiden 2016 yang lalu.

Ia menulis dalam laman Facebook miliknya, terkait Facebook digunakan untuk memecahkan orang-orang daripada menyatukan kita, saya meminta maaf dan saya akan bekerja lebih baik lagi.

Permintaan ini disampaikan Zuckerberg, terkait kecaman yang terjadi beberapa bulan terakhir. Zuckerberg dianggap kurang mengambil tindakan tepat untuk mencegah penyebaran berita palsu di platformnya selama kampanye 2016.

Bulan lalu, CEO Facebook itu mengadakan Facebook Live untuk menangani sekitar 3.000 iklan online yang terkait dengan Rusia. Iklan itu diduga telah membantu kemenangan Donald Trump. Menanggapi hal ini, Zuckerberg berjanji menyerahkan iklan tersebut kepada penyidik, namun memutuskan untuk tidak menunjukkannya kepada publik.

“Kami meningkatkan investasi kami pada keamanan dan integritas, khususnya pada pemilihan,” kata Zuck dalam sebuah pengumuman.

Dia mengatakan bahwa tahun depan akan meningkatkan dua kali lipat kinerja timnya pada integritas pemilu. Secara total, Zuck mengatakan akan menambahkan lebih dari 250 orang yang fokus pada keamanan dan keselamatan untuk komunitasnya.

Facebook diduga akan terlibat dalam pemilihan Rusia. Zuckerberg diundang untuk bersaksi dalam persidangan terbuka di hadapan Komite Intelijen Senat. Presiden Amerika Donald Trump baru-baru ini juga mengklaim bahwa Facebook adalah “anti-Trump.” Ini disampaikan Trump dalam cuitan twitter-nya.

Sebagai tanggapan, Zuckerbergs menunjukan sedikit penyesalannya, “setelah pemilihan, saya membuat komentar bahwa menurut saya ide misinformasi di Facebook yang mengubah hasil pemilihan adalah ide gila,” tulisnya.

Baca: Dibalik penghentian Sementara izin terbang Kalstar Aviation

Pesan Yom Kippur Zuckerberg ditutup dengan harapannya untuk masa depan yang lebih baik dan Facebook akan terus mengambil langkah untuk memastikan pemilihan berikutnya tidak akan dipengaruhi oleh pengguna jaringan sosial (khususnya Facebook) yang berpikiran jahat.

Kontak Perkasa Futures