KONTAK PERKASA FUTURES – Bisnis properti merupakan salah satu jenis bisnis yang pasti membutuhkan modal cukup besar, tidak bisa tidak. Banyak orang yang takut memulai bisnis properti karena modalnya besar dan mereka tidak begitu paham strategi bisnis yang harus diterapkan demi mengelola bisnis dengan baik. Bisnis properti sebenarnya bisa dipelajari, terutama dengan banyaknya kursus dan pelatihan bisnis properti yang sedang banyak ditawarkan saat ini. Yang sulit justru adalah memulainya.

Memulai bisnis properti berarti mengumpulkan modal yang cukup besar, memilih jenis propertinya serta cara mengelolanya agar mendatangkan penghasilan sesuai dengan rencana Anda. Banyak orang yang menyesal justru setelah memulai bisnis properti karena menyadari bahwa mereka ternyata memulai dengan cara keliru. Mereka membeli properti yang keliru, berhutang sana-sini demi membeli properti yang ternyata tidak segera mendatangkan keuntungan, atau memilih daerah yang salah dalam membeli properti.

Memulai bisnis properti sama pentingnya dengan mengelolanya. Strategi bisnis yang tepat dalam mengelola properti baru bisa nampak hasilnya ketika Ada juga memulai dengan baik. Inilah beberapa saran dalam memulai bisnis properti agar cepat balik modal dan tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

 

Apa Jenis Properti yang Anda Inginkan?

Ada dua hal yang harus dipikirkan saat memilih jenis properti; apa jenisnya dan bagaimana Anda akan mendapat keuntungannya. Ada properti yang bisa memberikan penghasilan pasif seperti rumah dan apartemen yang bisa disewakan, atau properti yang sifatnya berupa tabungan aset seperti bidang tanah. Anda harus memikirkan benar-benar apa tujuan pembelian properti ini dan bagaimana Anda akan mengambil keuntungannya, karena itu akan memengaruhi strategi bisnis Anda.

Membeli bidang tanah cocok jika Anda ingin menabung untuk warisan atau hari tua, sementara membeli rumah atau apartemen cocok jika Anda ingin mendapat penghasilan pasif dari properti tersebut, sebagai pendukung penghasilan utama.

 

Sudahkah Anda Menabung dan Berinvestasi?

Semua orang yang berminat membeli properti pasti sudah menabung untuk mencicil membeli properti. Akan tetapi, biasanya hanya menabung tidak cukup. Anda juga harus berinvestasi agar cepat mendapat modal yang cukup untuk membeli properti. Plus, dengan belajar berinvestasi, Anda sekaligus belajar mengelola dan membagi resiko, yang akan sangat berguna jika kelak mengelola aset properti Anda sendiri.

Pastikan strategi bisnis atau investasi Anda disesuaikan dengan kemampuan; jangan memaksa membeli saham ketika Anda tidak paham dengan saham, sekalipun saham menjanjikan keuntungan yang cukup banyak. Karena itu, akan lebih baik jika investasi untuk properti dilakukan sejak muda atau didistribusikan ke dalam beberapa sektor investasi.

 

Dimana Lokasi Propertinya?

Strategi bisnis properti yang tidak bisa diremehkan adalah memilih lokasi properti yang paling tepat. Misalnya, jika properti Anda tanah atau rumah, pilihlah yang lokasinya potensial untuk dikembangkan atau berada di dekat lokasi strategis seperti supermarket, stasiun atau fasilitas umum lainnya (namun jangan sampai pas berada di pinggir jalan raya; ini biasanya kurang disukai).

Jangan lupa juga mengetahui reputasi lokasi yang akan Anda jadikan lokasi properti Anda, terutama jika Anda membeli properti di tempat yang Anda belum pahami sama sekali. Apakah lokasi tersebut terletak di daerah rawan kejahatan atau bereputasi mesum? Jangan sampai bisnis properti Anda rugi atau terkena masalah karena gagal mencari lokasi yang pas. Strategi bisnis properti sangat rumit dan kaya, namun tanpa awalan yang tepat, bisnis properti tak akan berkembang dengan baik bahkan merugi di masa depan.