PT KONTAK PERKASA FUTURES  РPemerintah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatanmengumumkan penghentian latihan perang skala besar di Semenanjung Korea, dan menggantinya dengan operasi lebih kecil.

Dikutip dari VOA Indonesia pada Senin (4/3/2019), keputusan itu disebut sebagai upaya untuk mendukung diplomasi yang bertujuan menyelesaikan krisis nuklir Korea Utara.

Keputusan yang diumumkan oleh kedua negara pada hari Minggu itu, disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengeluh atas besarnya biaya latihan bersama tersebut.’

Alasan saya tidak ingin latihan militer dengan Korea Selatan adalah untuk menghemat dana ratusan juta dolar oleh AS yang tidak dibayar kembali,” bunyi twit Trump, pada hari Minggu.

Pembatalan latihan itu merupakan itikad baik Amerika Serikat pada Korea Utara, kata Trump, yang menganggapnya sebagai latihan untuk menginvansi.
Tetapi sebagian pakar mengatakan hal itu mungkin akan memperlemah kesiapan militer kedua negara sekutu, di tengah kekhawatiran ketegangan bisa meletus kembali di Semenanjung Korea. setelah gagalnya KTT Vietnam.

Sementara itu, Pentagon dalam pernyataannya, mengatakan pimpinan pertahanan AS danKorea Selatan memutuskan untuk mengakhiri serangkaian latihan Key Resolve dan Foal Eagle, segera setelah pengumuman resmi dirilis.

Washington dan Beijing hampir mencapai kesepakatan perdagangan yang akan menurunkan tarif AS setidaknya USD 200 miliar untuk barang-barang China karena China berjanji untuk membuat perubahan struktural ekonomi dan mengakhiri tarif pembalasan, sumber yang terlibat dalam negosiasi mengatakan pada hari Minggu.

Rusia, sekutu non-anggota terbesar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, berencana untuk mempercepat pengurangan produksi minyak mentah bulan ini, kata Menteri Energi Alexander Novak.

“Intinya adalah optimisme seputar situasi perdagangan,” kata Bob Yawger, Direktur Energi di Mizuho. “Komentar dari menteri perminyakan Rusia Alexander Novak yang akan mempercepat pengurangan pasokan minyak pada akhir Maret juga menawar pasar dan menekan harga minyak,” kata Yawger.

Kebijakan Baru OPEC
OPEC dan mitranya, yang dikenal sebagai OPEC +, kemungkinan akan merilis kebijakan baru pada Juni, sumber OPEC mengatakan kepada Reuters. OPEC + diperkirakan akan memperpanjang pemotongan pasokan pada pertemuan Juni, tetapi keputusan ini sangat tergantung pada sejauh mana sanksi AS terhadap anggota OPEC Iran dan Venezuela, kata sumber tersebut.

Pasokan minyak mentah dari OPEC mencapai level terendah empat tahun pada Februari, sebuah survei Reuters menemukan, ketika eksportir utama Arab Saudi mengurangi produksi lebih dari yang telah disepakati, dan ketika sanksi AS terhadap minyak Venezuela mulai berlaku.

“Sepertinya OPEC dan Arab Saudi menunjukkan kemampuan mereka untuk membatasi pasokan,” kata Thomas Saal, Wakil Presiden Senior INTL Hencorp Futures di Miami. “Saya pikir selama narasi itu masih ada di pasar, itu akan membuat pasar tetap kuat.”

Pemotongan produksi telah membantu harga minyak mentah reli lebih dari 20 persen sepanjang tahun ini meskipun produksi AS melonjak.

Stok minyak mentah AS terlihat meningkat pekan lalu, sementara produk olahan kemungkinan turun untuk minggu ketiga berturut-turut, sebuah jajak pendapat awal Reuters menunjukkan pada hari Senin.

PT KONTAK PERKASA FUTURES