PT KONTAK PERKASA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada pembukaan perdagangan Senin pekan ini. Sebanyak 148 saham menguat sehingga membawa IHSG ke zona hijau.

Pada prapembukaan perdagangan Senin(19/10/2020), IHSG naik tipis 13,34 poin atau 0,26 persen ke level 5.116,75. Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih tetap menguat 18,96 poin atau 0,34 persen ke level 5.119,61.

Sementara indeks saham LQ45 juga menguat 0,46 persen ke posisi 787,05. Gerak indeks acuan beragam tetapi sebagian besar menguat.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.124,75. Sedangkan terendah 5.116,58.

Sebanyak 171 saham menguat sehingga membawa IHSG ke zona hijau. Kemudian 48 saham melemah dan 122 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham tak begitu ramai yaitu 34.570 kali dengan volume perdagangan 592,7 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 275,3 miliar.

Tercatat, investor asing jual saham di pasar regular mencapai Rp 62,58 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.676 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya satu sektor yang berada di zona merah yaitu keuangan yang turun 0,19 persen.

Sementara sektor yang menguat dipimpin oleh sektor konstruksi yang melesat 2,24 persen. Kemudian disusul sektor infrastruktur yang naik 0,92 persen dan sektor pertambangan naik 0,58 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain, BVIC naik 13,59 persen ke Rp 117 per lembar saham. Kemudian POLL naik 9,95 persen ke Rp 6.075 per saham dan PGJO naik 8,82 persen ke Rp 37 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain AMAN turun 6,92 persen ke Rp 296 per lembar saham, AMIN yang turun 6,90 persen ke Rp 270 per lembar saham dan BNLI turun 6,85 persen ke Rp 2.310 per saham.

Sementara itu, data dari Ashmore, proporsi utang Indonesia yang dipegang oleh orang asing telah turun menjadi 27 persen dari 39 persen pada akhir tahun lalu, sementara di Malaysia meningkat menjadi 24 persen dari yang terendah 21,7 persen pada bulan April.

Selisihnya menyempit menjadi hanya 3 persen dari sebanyak 14 persen pada akhir 2019. Salah satu faktor penghambat arus masuk ke Indonesia adalah program moneterisasi utang bank sentral, di mana ia membeli obligasi langsung dari pemerintah.

Saham di Asia Pasifik naik pada perdagangan Senin pagi. Investor menunggu rilis data PDB China.

Dikutip dari CNBC, Senin (19/10/2020), di Jepang, Nikkei 225 naik 0,94 persen pada awal perdagangan sementara indeks Topix bertambah 0,94 persen.

Ekspor Jepang turun 4,9 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada bulan September, menurut statistik perdagangan yang dirilis oleh Kementerian Keuangan negara itu pada hari Senin.

Kospi Korea Selatan juga naik 0,65 persen. Sementara itu, saham di Australia naik tipis, dengan S&P/ASX 200 naik sekitar 0,7 persen. Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang diperdagangkan naik 0,26 persen.

Fokus investor pada hari Senin adalah pada laporan PDB China untuk kuartal ketiga, serta produksi industri dan data penjualan ritel untuk September.

“Kami memperkirakan data dump akan menyoroti pemulihan ekonomi China yang sedang berlangsung,” tulis Ahli Strategi di Commonwealth Bank of Australia dalam sebuah catatan.

“Tidak seperti banyak ekonomi lain, pemulihan ekonomi Tiongkok kuat. Tingkat infeksi tetap rendah dan pembuat kebijakan dapat fokus pada pemulihan ekonomi, daripada hasil kesehatan,” kata ahli strategi.

PT KONTAK PERKASA