Kontak Perkasa Futures Dalam sepekan terakhir, matahari bergejolak hebat. Rabu pekan lalu, hanya dalam tiga jam dua semburan radiasi (solar flare) meledak dari bintik raksasa di permukaan matahari.

Kedua ledakan energi itu masuk kategori X, ukuran badai matahari terkuat yang dapat memicu gangguan terhadap komunikasi radio dan navigasi. Ledakan radiasi kedua bahkan menjadi yang terbesar dalam satu dekade terakhir.

Ledakan energi sekuat itu berpotensi membawa kerusakan pada satelit dan stasiun antariksa internasional di orbit Bumi. Namun beruntung Badan Antariksa Amerika Serikat memastikan stasiun dan awaknya dalam keadaan baik.

“Tak ada dampaknya terhadap kru dan pengoperasian stasiun. Semua perangkat juga baik-baik saja,” kata juru bicara NASA, Dan Huot, seperti dilansir dari Space, Jumat pekan lalu.

Semburan radiasi matahari tersebut bukanlah hal baru. Sejarah mencatat sejumlah peristiwa solar flare yang pernah menimbulkan efek merusak, seperti berikut ini.

BACA JUGA : 5 Kebiasaan sehari-hari yang bikin kamu menderita di masa tua

1859 – Dokumentasi pertama semburan matahari yang melanda bumi. Fenomena ini dicatat ahli astronomi Richard Carrington ketika sedang mengamati bintik matahari. Semburan itu merupakan yang terbesar dalam 500 tahun terakhir. Ledakan energinya memicu aurora yang bisa terlihat hingga Kepulauan Karibia, mengganggu sistem telegraf global, dan memicu lecutan api dari perangkat telegraf.

1972 – Semburan matahari memutus jaringan komunikasi telepon jarak jauh milik perusahaan AT&T. Insiden ini membuat AT&T merancang ulang sistem kelistrikan pada kabel lintas Atlantik.

1989 – Semburan matahari merusak pembangkit listrik Hydro Quebec, Kanada. Sekitar 9 juta orang hidup tanpa listrik selama sembilan jam. Sejumlah pengatur daya di pembangkit listrik New Jersey meleleh. Meski menimbulkan kerusakan hebat, ilmuwan NASA menyebut energi semburan matahari ini tidak sekuat fenomena yang pernah dicatat Carrington.

2000 – Ledakan matahari terjadi pada hari yang sama dengan perayaan revolusi Prancis, Hari Bastille, pada 14 Juli. Kekuatannya mencapai X5 dan memicu kerusakan satelit dan jaringan radio.

2003 – Kekuatan energi semburan matahari merusak sensor saat pengukurnya menunjukkan kategori X28. Penghitungan ulang menunjukkan semburan matahari itu mencapai X45. Ledakan energi ini merupakan bagian dari sembilan semburan matahari yang terjadi selama dua pekan.

2006 – Semburan matahari mencapai kategori X9. Energinya mengganggu jaringan komunikasi satelit dan sistem GPS selama 10 menit. Kekuatannya juga merusak instrumen pemindai sinar-X pada 13 satelit yang tengah mengambil gambar semburan matahari.

Kontak Perkasa Futures