PT KONTAKPERKASA FUTURES – Dalam seminggu ke depan, investor dapat konsisten konsentrasi terhadap laporan ekonomi AS buat mengukur apakah ekonomi paling besar di dunia itu pass kuat utk menahan kenaikan suku bunga di akhir bln ini, bersama sorotan terhadap penjualan ritel & data inflasi.

Pengumuman tingkat suku bunga Bank of England di hri Kamis dapat jadi konsentrasi, & para pedagang menunggu buat menonton apakah bank sentral Inggris dapat meningkatkan stimulus moneter lebih lanjut menyusul referendum Inggris ke luar dari Uni Eropa di awal periode panas dulu.

Investor pula bakal mengamati laporan kepercayaan business Jerman berkenaan sinyal baru kesehatan ekonomi paling besar zona euro tersebut.

Di lokasi lain, China dapat launcing data produksi industri di tengah kekhawatiran atas kesehatan ekonomi paling besar ke-2 di dunia itu.

Baca : Indeks Hang Seng Bergerak Turun Senin (12/09)

Pedagang serta bakal menunggu pengumuman kebijakan moneter dari Bank Nasional Swiss.

PT KONTAKPERKASA FUTURES Berikut list lima histori paling besar di kalender ekonomi yg paling bisa jadi mempengaruhi pasar dikutip dari investing.com

1. Laporan penjualan ritel AS bln Agustus

Departemen Perdagangan AS bakal mempublikasikan data penjualan ritel bln Agustus pukul 19.30 WIB, Kamis. Perkiraan konsensus merupakan bahwa laporan bakal menunjukkan penjualan ritel naik 0,4% bln dulu, sesudah mendatar terhadap bln Juli. Penjualan inti diperkirakan naik 0,3%, sesudah jatuh 0,3% di bln pada awal mulanya.

Meningkatnya penjualan ritel dari kala ke dikala berkorelasi bersama pertumbuhan ekonomi yg lebih kuat, sedangkan penjualan yg lemah menandakan ekonomi menurun. Belanja kastemer menyumbang banyaknya 70% dari pertumbuhan ekonomi AS.

Tidak Hanya laporan penjualan ritel, kalender pekan ini pula di lengkapi data kastemer & inflasi harga pembuat AS, sentimen kastemer, produksi industri, pula survei keadaan manufaktur di wilayah Philadelphia & New York.

2. Ketentuan suku bunga Bank of England

Bank of England bakal rilis ketetapan suku bunga & risalah rapat Komite Kebijakan Moneter-nya pukul 18.00 WIB terhadap hri Kamis. Gubernur BoE Mark Carney bakal berikan sambutan dalam siaran pers keuangan pukul 18.30 WIB.

Analis pasar berharap BoE tidak bergeming dalam kebijakannya sesudah merilis data yg kuat dalam seminggu terakhir tampak kekhawatiran resesi mereda dalam tempo dekat.

Satu Buah jajak pernyataan ekonom Reuters diterbitkan awal bln ini memperkirakan bahwa bank sentral Inggris dapat menunggu hingga jumpa Nopember sebelum memangkas 15 basis poin dari suku bunga acuannya.

Tidak Cuma itu, Kantor Statistik Nasional Inggris Raya bakal launcing data inflasi harga pengguna bln Agustus, Selasa. Laporan tugas bulanan dirilis terhadap hri Rabu, sementara data penjualan ritel di inginkan di hri Kamis.

BoE menurunkan suku bunga ke rekor terendah 0,25% kepada jumpa Agustus & meluncurkan langkah-langkah pelonggaran baru dalam upaya meringankan ekonomi akibat pelemahan sesudah pemungutan nada Brexit.

3. Survei business ZEW Jerman

ZEW Institute dapat mempublikasikan indeks iklim business Jerman bln September pada jam 16.00 WIB kepada hri Selasa, di tengah angan-angan buat rebound 2,5 dari bacaan bln Agustus se gede 0,5. Indeks keadaan kala ini diperkirakan naik sampai 56,0 dari 57,6.

4. Data produksi industri China

Biro Statistik Nasional China bakal rilis data produksi industri bln Agustus pukul 09.00 WIB, Selasa. Analis pasar berharap produksi pabrik naik 6,1% bln dulu, sesudah meningkat 6,0% terhadap bln Juli.

Negeri Asia tersebut bakal rilis data investasi modal konsisten & laporan penjualan ritel terhadap ketika yg sama.

5. Penilaian kebijakan SNB

Penilaian kebijakan kuartalan Swiss National Bank dijadwalkan diumumkan terhadap hri Kamis pukul 15.30 WIB. Sebahagian gede ekonom memperkirakan suku bunga acuan bank sentral tersebut utk masih tak beralih kepada -0,75%, walau perkembangan ekonomi yg meningkat & membesarnya kritikan pada suku bunga yg negatif.

Menurut suatu jajak pernyataan Reuters baru-baru ini, SNB pun bakal masihlah terhadap komitmennya mengintervensi mata duit asing buat mengurangi permintaan atas franc swiss.

 

Andrie – KPF Balikpapan