KONTAK PERKASA FUTURES – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan tiga wilayah kerja atau blok Minyak dan Gas Bumi (Migas) eksplorasi, untuk dilela‎ng dalam waktu dekat.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, lelang tiga blok migas akan dilaksanakan pekan depan. Sebelumnya blok migas tersebut sudah dipamerkan ke perusahaan migas asing.

Untuk diketahui, Kementerian ESDM melakukan penawaran tujuh blok migas ke beberapa perusahaan minyak asing, namun hanya tiga blok migas yang dilelang.

“Iya yang pakai road show. Tunggu saja minggu depan‎,” kata Arcandra, di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Menurut Arcandra, tiga blok migas yang dilelang tahap III 2019 ini merupakan blok eksplorasi dan belum pernah dilelang sebelumnya.

Untuk skema lelang yang digunakan adalah reguler. Namun dia tidak bisa menyebutkan blok migas mana saja yang akan dilelang.

“Blok baru, ya nanti tunggu saja lah. Reguler, sepengetahuan saya‎‎,” ujarnya.

Pemerintah sedang agresif melelang blok migas, hal ini untuk menggenjot peningkatan cadangan migas. Sebelumnya dalam lelang tahap II 2019 pemerintah menawarkan empat blok migas.

Dua di antaranya adalah blok baru yakni blok Kutai dan Bone. Sementara dua lainnya merupakan blok yang sudah dilelang di tahap I yaitu blok West Ganal dan West Kampar.

Saat ini belum diumumkan pemenang lelang blok migas tahap II, meski begitu pemerintah tidak perlu menunggu hasil lelang tahap II untuk membuka lelang tahap berikutnya.

“kalau sudah siap lagi kita lelang jadi nggak menunggu itu berakhir. Nanti beberapa bulan lagi kalau sudah siap kita lelang lagi,” tandasnya.

Inpex Corporation ‎menargetkan blok minyak dan gas (migas) Maselabisa berproduksi pada 2027, setelah mendapat persetujuan pengembangan atau Plan Of Development (POD) dari Pemerintah Indonesia.

President dan CEO Inpex Takayuki Ueda mengatakan, setelah pemeirntah menyetujui rencana pengembangan Blok Masela, Inpex Masela yang merupakan anak usaha Inpex Corporation yang ditugaskan mengelola ‎Blok Masela akan melanjutkan membuat desain rinci atau Front End Enginering Design (FEED).

“Untuk menjaga agar proyek tetap kompetitif, Inpex akan terus bekerjasama dengan mitra kerja Shell‎ dengan dukungan Pemerintah Indonesia, untuk memulai persiapan yang diperlukan,” kata Ueda, di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Setelah menempuh tahap FEED, kemudian dilanjutkan dengan tahapan FID dan pengadaan teknis konstruksi (Enginering, Procurment and Construction/EPC) kemudian dilanjutkan dengan produksi pada periode 2027 atau 2028.

‎Total kapasitas produksi gas yang akan diproduksi oleh Inpex setiap tahunnya adalah sebesar 10,5 juta Metrik Ton (MT) per tahun dengan rincian sebanyak 9,5 juta MT per tahun untuk gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) dan sebanyak 150 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) disuplai untuk kebutuhan domestik.

Selain itu,lapangan gas abadi Maselajuga memproduksi kondensat dengan produksi rata-rata perhari 35 ribu barel per harui (bph) yang akan mulai berproduksi ditargetkan pada tahun 2027.

KONTAK PERKASA FUTURES