Kontak Perkasa Futures –¬†Sebanyak dua pesawat pengebom Amerika Serikat, Air Force B-1B Lancer, terbang di atas Semenanjung Korea dalam sebuah demonstrasi latihan perang gabungan Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang kemarin malam.

“Dua pengebom B-1B didampingi dua pejuang F-15K dari militer Korea Selatan setelah meninggalkan markasnya di Guam,” kata Kepala Staf Gabungan Selatan pada Rabu, 11 Oktober 2017.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, militer Amerika menjelaskan jet tempur Jepang juga ikut dalam latihan perang, sehingga menjadikannya latihan gabungan malam pertama pesawat pengebom Amerika Serikat dengan jet tempur dari Jepang dan Korea Selatan.

Jet-jet tempur dari Skuadron Ekspedisi ke-37 itu diterbangkan dari Pangkalan Angkatan Udara Andersen, Guam, pada Selasa malam, 10 Oktober 2017. Penerbangan itu dilakukan dalam misi bilateral bersama dengan jet Angkatan Udara Jepang dan Korea Selatan.

Setelah memasuki wilayah udara Korea Selatan, dua pesawat pengebom tersebut melakukan latihan penembakan rudal darat ke darat di perairan lepas pantai timur Korea Selatan, kemudian terbang melintasi Selatan ke perairan yang berbatasan dengan Cina.

Militer Korea Selatan menyatakan ini adalah bagian dari latihan rutin untuk memperkuat pertahanan militer dan menampilkan aliansi antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Baca: 5 Kunci sukses membentuk pola pikir pebisnis

“Terbang dan berlatih pada malam hari bersama sekutu kami dengan cara yang aman serta efektif merupakan kemampuan penting yang bisa dilakukan antara Amerika Serikat, Jepang, dan Republik Korea serta meningkatkan kecakapan taktis penerbang masing-masing negara,” kata Kepala Staf Angkatan Udara Amerika Mayor Patrick Applegate.

“Ini adalah demonstrasi yang jelas tentang kemampuan kami untuk melakukan operasi tanpa batas dengan semua sekutu kami kapan saja, di mana saja,” ujarnya, seperti dilansir Reuters pada 11 Oktober 2017.

Latihan itu dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa Korea Utara akan kembali melakukan uji coba nuklir dan rudal terbarunya. Korea Utara telah meluncurkan dua rudal di atas Jepang serta melakukan uji coba nuklir keenam dan terbesar dalam beberapa pekan terakhir. Negara itu menentang sanksi PBB karena ini mengembangkan rudal berhulu ledak nuklir yang mampu memukul wilayah Amerika Serikat.

Kontak Perkasa Futures